Kamis, 24 September 2020
Beranda / Polres / Kapolres Lhokseumawe Resmikan Kampung Tangguh di Kota Lhokseumawe

Kapolres Lhokseumawe Resmikan Kampung Tangguh di Kota Lhokseumawe

 

LHOKSEUMAWE- Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto, S.I.K, MH meresmikan kampong tangguh Desa Blang Poroh, Kec. Muara dua, Kota Lhokseumawe, senin (22/06/2020) sore.

 

 

Peresmian kampung tersebut ditandai dengan pemotongan pita kampung tangguh oleh Kapolres AKBP Eko Hartanto, S.I.K, MH bersama dengan forkopimda Kota Lhokseumawe.

Usai menggunting pita, selanjutnya rombongan forkopimda memasuki lokasi kampung tangguh dengan lebih mencuci tangan dan pengecekan suhu badan sesuai dengan protokol kesehatan pencegahan covid serta sambutan tabuhan rapa’i dari Group Raja Itam Desa Blang Poroh.

Tampak di desa tersebut tersedia ruang isolasi, taman obat keluarga (TOGA) serta prasarana lain yang mendukung kampung tangguh dalam pencegahan covid-19.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto, S.I.K, MH kepada awak media mengatakan, sore hari ini kita melaksanakan peresmian Kampung peduli covid-19, dimana kegiatan ini kita lombakan di wilayah hukum Polres Lhokseumawe terdiri dari kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara.

Saya sangat apresiasi sekali dengan kampung tangguh yang berada di Gampong Blang Poroh ini, hal ini sebagai langkah ataupun upaya terobosan kreatif kita untuk sama-sama kita selalu waspada terhadap ancaman pandemi covid 19 yang ada di desa-desa ataupun kampung.

Paling utama adalah kita siap-siap apabila ada masyarakat kita di sini yang ada terjangkit virus covid-19, imbuhnya.

Lanjutnya, sementara baru ada satu kampung tangguh yang ada di Kota Lhokseumawe sebagai percontohan, ini akan disosialisasikan dan ditularkan ke kampung-kampung ataupun ke desa yang lain di sini.

Penilaian kampung tangguh ada beberapa kriteria yaitu bagaimana persiapan personilnya ataupun petugas dan relawannya dalam melakukan setiap kegiatan-kegiatan yang ada terkait penanganan covid 19.

Ada juga terkait ketahanan pangan, persiapan lahan ataupun bahan-bahan makanan pokok yang akan dibutuhkan apabila pandemic ini telah terjadi, jelasnya.

“Disini kami berusaha dan yang terpenting adalah kedisiplinan masyarakat untuk sama-sama mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah”pungkasnya.

Sementara Geuchik Blang poroh Abdullah, Z, mengatakan, selain ruang isolasi mandiri dan taman obat keluarga (TOGA), kami juga sudah siap dalam ketahanan pangan Ketahanan dengan meningkatkan budi daya jagung dan buah semangka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *